MUKADIMAH

Assalamualaikum...
Selamat datang, ne Willy nyoba untuk berbagi tulisan dan sedikit informasi. Semoga bermanfaat, dan bila ada salah mohon dimaklumi. Namun, jika mau dibuat ribut juga gakpapa asal aku gak kena imbasnya:)

ANTARA PERSEKAWANAN, POLITIK DAN KEHIDUPAN

Menyesal dalam hidup itu pasti pernah dirasakan oleh setiap manusia di bumi ini. Tidak peduli 'orang suci' sekalipun. Karena tidak ada manusia yang sempurna.
Dari judul yang saya coba tuliskan di atas mungkin terlalu besar cakupannya, sehingga kalo seumpama ada yang membaca tulisan saya dan kecewa karena isi tulisan ini tidak seserius judulnya saya sampaikan mohon maaf sebelumnya.
Ini hanya kisah perjalanan hidup saya ketika masih berstatus mahasiswa, dimana menurut saya, masa mahasiswa saya adalah perjalanan hidup saya yang paling luar biasa sampai saat ini (meski baru 2 bulan lulus :D).
Saya kuliah di salah PTN di Malang, masuk tahun 2004. Kebetulan saya ada di fakultas teknik, sehingga mungkin sejak dini diajarkan konsep 'keras'. Dan kebetulan juga semenjak semester dua udah bergabung dengan salah satu organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia. Sehingga konsep sebagai mahasiswa 'idealis', 'keras' dsb. cukup melekat.
Mungkin demikian aja intronya, mari langsung menuju 'TKP'..hehe.
Semua mahasiswa pasti pernah merasakan OSPEK bareng, masa kuliah yang susah bareng teman seangkatan dsb. Itu yang dirasakan dalam kehidupan formal kampus. Nah, kalo di luar kehidupan formal kampus, ada organisasi ekstra yang demikian juga, punya latihan kader bareng yang bisa disejajarkan dengan OSPEK (menurut saya) dan juga proses perkaderan yang cukup susah dan bisa disejajarkan dengan proses perkuliahan yang rumit dan makan ati :).
Semua proses itu tentu tidak akan dilalui sendirian. Semua proses itu pasti punya cerita bagaimana berinteraksi sosial dengan mahasiswa atau masyarakat.
Dari semua proses itu, akan muncul suatu perasaan untuk berkelompok, yang merasa seperjuangan senasib dan satu arah/tujuan. Karena menurut saya manusia memang butuh partner dalam mengarungi hidup ini.
Proses berkelompok yang terjadi tidak akan pernah 'instan', karena kelompok yang dibentuk pasti butuh proses untuk menyatukan pikiran, tujuan serta tata cara berkelompok. Proses berkelompok pasti akan memakan waktu yang cukup lama. Sehingga kelompok itu akan punya ikatan yang baik dan mampu untuk menjawab kebutuhan kenapa kelompok itu ada.
Persekawanan adalah judul saya, karena itulah dasar hidup berkelompok (menurut saya). Politik adalah judul kedua, karena memang berkelompok pasti butuh politik yang dalam artian dasar adalah 'bagaimana mencapai tujuan' (menurut saya, lagi) dan kehidupan adalah akhir dari semua tujuan ini (karena walau bagaimanapun, manusia butuh makan-minum-tidur-etc).
Pada awal terbentuk persekawanan, tidak ada pikiran dari anggota persekawanan untuk mulai mencari jalan menghidupi diri sendiri (amin). Dan mungkin tak akan ada pikiran dari anggota persekawanan untuk mempolitisir 'persekawanan' tersebut.
Namun, seiring berjalan waktu, apakah persekawanan bisa terus 'ideal'?
TIDAK adalah jawaban yang sangat 'real' (menurut saya).
Lanjut pada kelompok yang dibentuk oleh persekawanan tersebut. Apakah bila kelompok tersebut berakhir maka persekawanan akan berakhir juga?
TIDAK adalah jawaban saya. Setelah berproses sekian lama dan merasakan indah dan buruknya dunia dalam hidup berkelompok sangatlah aneh bila kita akan menghilangkan begitu saja persekawanan itu.
Persekawanan disertai konsekuensi logis, yaitu 'stempel' satu kelompok yang sama. Bila ada satu saja anggota persekawanan yang salah arah, yang lain dianggap salah arah. Bila ada satu saja anggota persekawanan yang salah tempat, yang lain dianggap salah tempat (dalam politisasi).

aah,, udah buntu! :(
kapan-kapan saya lanjutkan..

0 komentar:

Posting Komentar